mainkan manis!

nggak kerasa yah, udah 27 tahun aja kehidupan ini bergulir.

njirr.. behave lurr, behave!

begitulah kira-kira suara penggalan obrolan di gang nikmat, seraya hasanah anak pemilik warung, yang single lagi menggemaskan berlalu melewati kami.

kawarung ah!

ingin sekali teman-temanku di ladangan oleh hasanah. karena dia selalu genaheun kalau melayani pelanggannya, meskipun cuma beli rokok batangan.

dan semboyan kami adalah, “biar ngeteng, yang penting sering”.

yang aku kangen bila di ladangan oleh hasanah adalah password yang selalu dia katakan yaitu, “hoyong naon aa?”.

aslina, genaheun lurr!

hasanah adalah aset warung mang abud yang tepat-guna. tapi kalau mang abud yang ngaladangan, mening tepat-tanya we lah. pasalnya dia selalu ingat hutang-hutang konsumennya.

mang abud adalah putra daerah garut, yang telah lama makan asam garam perwarungan. sebagian besar hidupnya di baktikan untuk kios.

dulu waktu aku masih sma, ketika kios warungnya masih bertuliskan “pria punya selera”.  aku dan teman-teman iseng menambahkan tulisan di bawah nya yaitu, “dari sahabat penamu, abud”.

cieeeee mang abud, cieeee..

hari demi hari telah berlalu, malam berganti siang dan siang berganti malam. datanglah hasanah transferan dari malangbong. yang di hari pertamanya berkarir, telah menjadi buah bibir di kalangan kaulamuda yang lengoh.

sontak warung mang abud menjadi hingar-bingar oleh kedatangan pengunjung yang ingin di ladangan oleh hasanah. dan tidak jarang mang abud harus bulak balik ngumbahan gelas dan naheur cai, akibat volume kedatangan pengunjung yang tak terbendung.

mang abud pun kini mempunyai supra fit yang double cakram, dan tidak lagi ngaboseh sapedah untuk membeli kebutuhan warungnya. disamping itu hasanah kini lebih kekinian dan ka’urus. karena mang abud tahu, akan aset yang harus dia manjakan.

“seperti siraru yang senang dengan cahaya”, maka hadirlah tukang parkir yang asa teu kudu, ikut mendulang rupiah dari efek domino dari kiprah hasanah di warung mang abud.

please atuh lurr, huft!

tak jarang baku hantam terjadi, karena tuah dari hasanah. yang akhirnya warung mang abud jadi porak-poranda akibat adu jotos yang tidak bisa terelakan.

setelah kejadian itu, kios mang abud yang bertuliskan “pria punya selera”, kini di museumkan dan tidak di pakai lagi, karena dia kini sudah mampu ngontrak toko dan gantung kios.

hingga sekarang.

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s