humaniora

karakter datang dan pergi silih berganti, dengan wajah yang serba rupa. dengan gestur yang 1001 pemaknaannya.

aku kini sudah jarang membuka laptop, tidak seperti dulu yang sering dan kini aku sering membuka obrolan, ketika dulu yang jarang.

kehidupan terlihat lebih mengasyikan untuk disimak dan ditelusuri, lebih seru dari kuota unlimited waktu aku masih dirumah.

di hujani sinar matahari dan di sinari dingin.

bahagia dalam letih seraya berbaur dengan petualang lain ketika pulang. saling beriringan tanpa tahu satu sama lain. tertib di urat jalan menuju tujuan pulang yang tersendiri dan rahasia.

kini jalan hanya sisakan sajak, cerita dan kisah sebagai buah tangan penghuni rumah. ketika demo buruh atau truk yang patah ass menyumbat aliran kendaraan yang lumayan memompa emosi. ketika di rumah menjadi wacana yang istimewa untuk di hidangkan bersama kopi dan kacang tanah.

tabik.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s