rante regal

“keemasan tapi tidak berharga, terlihat kuat tapi rapuh”

singkat cerita, malam itu datang seorang pemuda tanggung ‘nyekek’ kolesom. dia terlihat lusuh karena ‘giung’ anggur. menjajakan belati dan sekantung air keras yang diikat untuk dapatkan histeria korban.

“ngenta duit lah jang tamah-tamah!” ( minta duit lah buat tambah-tambah )

dengan kesadaran seadanya, dia mengangkang sombong di hadapan korban seraya menunggu aliran dana segar.

“ari sia saha!?”, teriak si korban yang kini berdiri dan arah teriakan itu tepat di muka si pemabuk.

sontak si pemabuk terjatuh duduk karena kaget nan ngeleper tu’ur. karena dia tidak sanggup menerima kenyataan yang berkehendak lain.

prang! sssssttttt! (suara pecahan botol yang berhamburan di lantai alun-alun dan sekantung plastik air keras yang pecah di tangan si pemabuk.

waadddaaaw enaaaakk!!!“. pekik si pemabuk yang kini tangannya berasap karena air keras itu dengan liar masuk ke pori-pori. tapi rasa sakit itu masih delay di tahan alkohol nan giung.

mereka berdua kini kembali ke kesibukan masing-masing.

si korban duduk kembali ke tempatnya semula dan si pemabuk kini bergelinjang karena air keras itu sudah mencapai titik klimaks membakar tangannya.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s