harta, tahta dan astrea

dia kini dingin, aku belum sanggup ajak dia perawatan. dia hanya duduk di ruang tamu dan sesekali di goda keponakanku yang serba ingin tahu.

“sudah jual sajah!”, itu kata ayah bundaku.

tapi aku enggan. dia tidak seperti kebanyakan. Dia tidak mau di pacu maksimum. bukan karena tidak sanggup. karena dia sudah dewasa dan tidak seperti generasi penerusnya yang haus pengalaman menggilas jalanan.

karena bersamanya, semua menjadi relativitas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s